• Stupid Not Mean Poor

    Di banyak kejadian gua nggak jarang ketemu beberapa kejadian yang melibatkan orang-orang dari berbagai status sosial. Dan mirisnya, ada sedikit kekeliruan menurut gua yang udah berkembang di masyarakat.

    Di banyak kejadian, pasti ada aja orang yang nyeletuk “itu orang kelakuannya begitu. Emang nggak pernah sekolah apa”. Menurut gua pribadi, perilaku atau tindakan seseorang itu bukan ditentukan dari seberapa tinggi pendidikan mereka.

    images

    Contoh ya, beberapa hari lalu, gua baru dari rumah nenek gua dan bawa beras 12 liter di taro di depan motor gua. Pas sampe rumah, ada temen gua yang lewat dan gua tegur-teguran sama dia. Eh nggak sadar beras yang gua bawa miring dan jatoh nyangkut di perseneling gigi. Posisi gua waktu agak susah untuk turun. Lucunya, temen gua yang liat kejadian itu Cuma bilang “ehh jatuhh” terus jalan lagi tanpa sama sekali bantuin gua, langsung berlalu begitu aja. Padahal temen gua itu lulusan S1 dan sekarang lagi ambil S2.

    Dari situ gua sadar, pendidikan itu nggak menentukan seseorang akan berbuat dan berperilaku baik. Banyak kok orang yang nggak berpendidikan tinggi tapi perbuatan sama perilaku dia baik, yang berpendidikan perilaku buruk banyak juga. Jadi perilaku seseorang itu nggak ditentukan dari tingginya pendidikan mereka tapi sayangnya sekarang masih banyak yang menilai dari status sosial dan tingginya pendidikan seseorang.

    Tipikal masyarakat yang terbentuk dari sistem kapitalis...

  • Satu Reaksi Buat Segalanya Jadi Berarti

    Tulisan ini terinspirasi dari salah satu iklan rokok…

    Dan buat gua pribadi, iklan ini “gua banget”…

    Mungkin banyak yang nggak ngerti apa arti dari iklan itu dan nggak banyak yang mau tau apa arti iklan itu…

    Ok kita mulai bedah iklan kali ini hahaha...

    Iklan itu berawal dari seorang pria yang memotret sesuatu lalu mencetak dan membingkainya. Lalu memperlihatkan gambar di bingkai itu kepada banyak orang. Mulai dari seseorang yang menunggu bis, seorang pekerja kontraktor, penumpang taksi, seseorang dengan baju meksiko, sepasang suami istri, kerumunan orang di sebuah restoran, dan seorang wanita dengan setelan kantoran. Tapi semua orang itu tidak peduli dan mengabaikan apa yang pria itu tunjukan. Tidak ada satupun orang yang peduli.

    Namun, di tengah keputus-asaan ada seorang gadis yang melihat pria itu dari dalam restoran dan berlari keluar untuk melihat apa yang ingin pria itu tunjukan. Seseorang yang bahkan tidak dia harapkan tapi merespon apa yang ingin dia tunjukan kepada banyak orang. Terlihat gadis itu tersenyum antusias melihat gambar di dalam bingkai yang pria itu bawa.

    Dan pria itupun kembali menemukan semangatnya.

    Apa yang dilakukan pra itu sama dengan apa yang gua alami. Gua pernah membawa sebuah gambar dengan bingkai indah. Lalu gua tunjukan kepada banyak orang, mulai dari orang terdekat sampai orang yang tidak gua kenal. Namun semuanya seolah tidak peduli dan menganggap gambar yang ada dibingkai indah yang gua bawa itu tidak ada.

    Namun bedanya, ditengah keputus-asaan, pria itu berhasil menemukan seseorang yang ingin melihat gambar dalam bingkai indah itu. Tapi gua, gua belum menemukan orang yang ingin melihat gambar dalam bingkai indah yang gua bawa dengan perasaan antusias.

    Ada yang tau gambar apa yang ada dalam bingkai yang gua dan pria dalam iklan itu bawa?

    GAIRAH HIDUP... atau banyak orang menyebutkan PASSION atau bisa juga disebut DIRI SEJATI...

    Tidak banyak orang yang dapat menerima dan memahami dari PASSION seseorang...

    Mereka cenderung mengabaikan...

    Kadang satu reaksi buat segalanya jadi berarti...

  • Sukses Dengan Passion Ala David Karp, Pendiri tumblr

    1130313620X310

    Di postingan sebelumnya gua copy paste salah satu berita yang buat gua sangat meng-inspirasi. Bukan cuma untuk diri sendiri sebagai pelaku yang mengejar kesuksesan tapi juga untuk orang yang sebagai tim support diri kita untuk sukses.

    Muda, cerdas, kaya raya. Itulah David Karp (26), pendiri Tumblr. Senin (20/5/2013) lalu, perusahaan miliknya dibeli oleh Yahoo dengan harga fantastis 1,1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 10 triliun. Nilai itu sepenuhnya akan dibayarkan dalam bentuk tunai oleh Yahoo.

    Di postingan ini kita akan belajar dari seorang Trilliuner muda, David Karp. Siapa yang nggak mau jadi seperti David Karp? Semua anak muda pasti mau tapi kita liat bagaimana dia bisa sampai sekarang ini.

    PASSION

    David Karp lahir pada tanggal 6 Juli 1986 di Manhattan, New York. Di daerah itu pula, dia dibesarkan. Ketika berusia 11 tahun, David sudah mulai belajar tentang HTML dan merancang website. Ketika kecil, sebenarnya dia sempat bercita-cita untuk  bisa kuliah di Massachusetts Institute of Technology (MIT). Namun, saat usianya masih 14 tahun, dia sudah mulai merasa bosan dengan sekolah.

    David Karp memulai itu semua dengan PASSION. Sejak umur 11 tahun dia sudah menemukan PASSION-nya, yaitu belajar tentang HTML dan merancang website.

    ORANG TERDEKAT

    Ibu David, Barbara Ackerman, bisa dibilang merupakan orang yang paling berperan dalam membuka jalan bagi kesuksesan anaknya itu. Dalam sebuah artikel di NYTimes.com yang ditulis oleh Jenna Wortham dan Nick Bilton, diceritakan tentang perkenalan David dengan Fred Seibert, seorang produser TV ternama di AS. Saat itu tahun 2000. David berusia 14 tahun dan sudah duduk di bangku SMA. Sementara Seibert masih bekerja sebagai creative director di MTV.

    Mungkin terdengar biasa tapi percaya sama gua. Moril yang diberi orang-orang terdekat walaupun itu kecil, tapi itu sangat berarti untukmembantu kesuksesan. Banyak yang keliru tentang ini, banyak orang-orang terdekat tidak memberikan bantuan moril kepada seseorang hanya karna mereka berbeda pilihan. Akan kita bahas nanti...

    FOKUS

    "Saat di mana saya merasa paling produktif adalah ketika saya tenggelam dalam kode, tenggelam dalam beberapa proyek, dan mengutak-atik desain," kata David dalam sebuah acara Founders Conference yang berlangsung di New York.

    David Karp selalu fokus dengan apa yang menjadi PASSION-nya.

    PILIHAN

    Ketika remaja, kebanyakan waktunya dia habiskan untuk bermain dengan komputernya di kamar.  Melihat David "lengket" dengan komputer, alih-alih menyuruh anaknya bermain di luar rumah dan menghirup udara segar, sang ibu malah menyarankan anaknya itu untuk drop out dan mengikuti "homeschooling".

    "Aku melihat dia di sekolah seharian dan menghabiskan waktunya semalaman di depan komputer," kata ibu David seperti dikutip dari NYTimes. "Sangat jelas bahwa David membutuhkan ruang untuk menghidupkan passion-nya, yakni komputer," lanjut ibunya.

    Pada usia 15 tahun, akhirnya David drop out dari Bronx High School of Science. Selama 3 tahun berikutnya, dia menjalani homeschooling.

    David Karp mempunyai pilihan dalam hidupnya. Bahkan ibunya sama sekali tidak mengekang apa yang menjadi pilihan David. Ini adalah yang dimaksud dari “berbeda pilihan”. Banyak orang tua yang malah tidak memberikan bantuan moril kepada anaknya hanya karna pilihan dari anak itu tidak sesuai dari pilihan orang tuanya.

    Hal ini juga berlaku untuk orang-orang terdekat.

    ACTION

    Ketika usianya beranjak 18 tahun, David memutuskan untuk langsung menapaki dunia kerja. Dia sempat pergi ke Tokyo, Jepang, untuk bekerja di sebuah startup (perusahaan rintisan) bernama UrbanBaby, yang menyediakan layanan online parenting bagi para orangtua. Ketika para remaja sepantarannya belajar di bangku kuliah, David sudah menjabat sebagai Head of Product di UrbanBaby.

    Pada tahun 2006, CNET Networks mengakuisisi UrbanBaby. David kembali ke AS. Jabatan terakhirnya ketika itu adalah chief technology officer (CTO) di UrbanBaby. Setelah akuisisi itu, pada tahun yang sama, David mengundurkan diri dan membangun sebuah perusahaan konsultan miliknya sendiri. Perusahaan itu bernama Davidville. Salah satu proyek yang dia kerjakan di Davidville adalah layanan blog sederhana yang berkembang menjadi Tumblr.

    Ok, gua akan meringkas dari semua hal yang membuat David Karp bisa sampai sekarang ini...

    David Karp mengerti apa yang menjadi passionnya. Orang terdekat David Karp, yaitu ibunya juga mendukung secara penuh apa yang dilakukan oleh David Karp. Ibunya bahkan memberikan pilihan David Karp untuk keluar dari sekolah dan menjalani homeshcooling agar David Karp bisa lebih fokus kepada passion yang dia suka.

    Karna dukungan moril dari orang terdekat itulah yang membuat David bisa terus fokus terhadap apa yang dia suka. sampai akhirnya dia mulai action dengan bekerja di beberapa perusahaan selama beberapa tahun dan kemudian dia keluar untuk membuat sebuah perusahaan sendiri.

    Jelas sekali, dalam cerita David Karp. Ibunya tau bahwa setiap anak itu unik dan memiliki pontensi masing-masing. Ibunya tidak memaksakan anaknya untuk menjadi anak lain pada umumnya. Tapi malah mendukung apa yang David Karp sukai walaupun itu jauh berbeda dari anak lainnya.

    Jadi, berhentilah memaksakan apa yang kalian inginkan kepada anak kalian. Biarkan anak kalian menetukan pilihannya. Kalian cukup membantunya dari segi moril dan biaya.

    Karna hidup seorang anak adalah tentang pilihan ingin menjadi apa anak itu bukan pilihan mau menjadi apa orang tua.

  • David Karp, Remaja Pendiri Situs "Rp 10 Triliun" Tumblr

    1130313620X310

    KOMPAS.com — Muda, cerdas, kaya raya. Itulah David Karp (26), pendiri Tumblr. Senin (20/5/2013) lalu, perusahaan miliknya dibeli oleh Yahoo dengan harga fantastis 1,1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 10 triliun. Nilai itu sepenuhnya akan dibayarkan dalam bentuk tunai oleh Yahoo.

    Tumblr memang menarik. Sejak didirikan pada tahun 2007, Tumblr sudah menjadi rumah bagi 105 juta blog yang dimiliki oleh orang-orang dari segala penjuru dunia.

    David Karp lahir pada tanggal 6 Juli 1986 di Manhattan, New York. Di daerah itu pula, dia dibesarkan. Ketika berusia 11 tahun, David sudah mulai belajar tentang HTML dan merancang website. Ketika kecil, sebenarnya dia sempat bercita-cita untuk  bisa kuliah di Massachusetts Institute of Technology (MIT). Namun, saat usianya masih 14 tahun, dia sudah mulai merasa bosan dengan sekolah.

    Ibu David, Barbara Ackerman, bisa dibilang merupakan orang yang paling berperan dalam membuka jalan bagi kesuksesan anaknya itu. Dalam sebuah artikel di NYTimes.com yang ditulis oleh Jenna Wortham dan Nick Bilton, diceritakan tentang perkenalan David dengan Fred Seibert, seorang produser TV ternama di AS. Saat itu tahun 2000. David berusia 14 tahun dan sudah duduk di bangku SMA. Sementara Seibert masih bekerja sebagai creative director di MTV.

    Ibu David yang bekerja sebagai guru sains di Calhoun School, sekolah swasta di kawasan Upper West Side, Manhattan, mengajar anak-anak Seibert dan berteman baik dengan istrinya. Kepada istri Seibert, ibu David bercerita tentang anaknya yang cerdas, yang tengah merasa bosan dengan sekolahnya. Mendengar itu, istri Seibert menyarankan ibu David untuk mempertemukan David dengan suaminya.

    Singkat cerita, David pun menyambangi kantor Seibert di kawasan Park Avanue. Kepada Seibert, dia mengatakan ingin belajar soal engineering. Akhirnya, Seibert menerima David untuk magang sebagai asistennya.

    Suatu hari, David datang ke kantor Seibert dan mengatakan akan datang ke sana setiap hari karena dia sudah drop out dari SMA. Seibert tahu David gemar mengutak-atik komputer dan mengerti HTML. Akhirnya, dia meminta David membangun website untuk perusahaan barunya, Next New Networks, yang bergerak di bidang video production.

    Seibert bercerita, David memberi tahu dia tentang bagaimana orang-orang akan menonton video di masa depan. Saat itu, Apple baru akan merilis iPod video. Berkat wawasan dari David itu, Next New Networks bisa menjadi salah satu produk video pertama di iTunes, hingga akhirnya diakuisisi oleh Google melalui YouTube.

    Hingga kini, kerja sama antara Seibert dengan David masih terjalin. Seibert bahkan tercatat sebagai investor di Tumblr dan duduk di jajaran direksi perusahaan tersebut.

    "Drop out" SMA

    David adalah anak yang cerdas. Dia pendiam dan cenderung tertutup. Hal itu pun diakuinya sendiri. Dia lebih suka datang lebih pagi ke kantor untuk bekerja dengan tenang.
    "Saat di mana saya merasa paling produktif adalah ketika saya tenggelam dalam kode, tenggelam dalam beberapa proyek, dan mengutak-atik desain," kata David dalam sebuah acara Founders Conference yang berlangsung di New York.

    Ketika remaja, kebanyakan waktunya dia habiskan untuk bermain dengan komputernya di kamar.  Melihat David "lengket" dengan komputer, alih-alih menyuruh anaknya bermain di luar rumah dan menghirup udara segar, sang ibu malah menyarankan anaknya itu untuk drop out dan mengikuti "homeschooling".

    "Aku melihat dia di sekolah seharian dan menghabiskan waktunya semalaman di depan komputer," kata ibu David seperti dikutip dari NYTimes. "Sangat jelas bahwa David membutuhkan ruang untuk menghidupkan passion-nya, yakni komputer," lanjut ibunya.

    Pada usia 15 tahun, akhirnya David drop out dari Bronx High School of Science. Selama 3 tahun berikutnya, dia menjalani homeschooling.

    Sukses di usia muda

    Ketika usianya beranjak 18 tahun, David memutuskan untuk langsung menapaki dunia kerja. Dia sempat pergi ke Tokyo, Jepang, untuk bekerja di sebuah startup (perusahaan rintisan) bernama UrbanBaby, yang menyediakan layanan online parenting bagi para orangtua. Ketika para remaja sepantarannya belajar di bangku kuliah, David sudah menjabat sebagai Head of Product di UrbanBaby.

    Pada tahun 2006, CNET Networks mengakuisisi UrbanBaby. David kembali ke AS. Jabatan terakhirnya ketika itu adalah chief technology officer (CTO) di UrbanBaby. Setelah akuisisi itu, pada tahun yang sama, David mengundurkan diri dan membangun sebuah perusahaan konsultan miliknya sendiri. Perusahaan itu bernama Davidville. Salah satu proyek yang dia kerjakan di Davidville adalah layanan blog sederhana yang berkembang menjadi Tumblr.

    Sebelum Yahoo mengumumkan membeli Tumblr, layanan blogging tersebut sudah bernilai lebih dari 200 juta dollar AS. Namun, hal itu tidak membuat David hidup dalam kemewahan. Sehari-hari, David lebih suka mengendarai Vespa dari tempat tinggalnya di kawasan Brooklyn menuju markas Tumblr di New York. David yang bertubuh tinggi ramping juga lebih suka tampil kasual dalam balutan jeans, T-shirt, dan sneakers.

    Sosok David yang baru berusia 26 tahun kian disorot ketika berita tentang Yahoo yang tertarik membeli Tumblr mulai mengemuka. Kini, setelah Yahoo membeli Tumblr, David pun resmi masuk ke dalam kelompok kecil entrepreneur muda kaya raya yang usianya di bawah 30 tahun, menemani pendiri Facebook, Mark Zuckerberg.

     

    SUMBER

  • Be Yourself Or Die

    Apa yang terlintas di kepala kalian saat baca judul diatas?

    Mungkin semua orang mau jadi diri mereka sendiri tapi mereka nggak tau bagaimana caranya atau bahkan tidak sempat. Percaya atau tidak, tidak semua orang mempunyai kesempatan untuk menjadi diri sendiri walaupun mereka mau.

    Biasanya, mereka terkekang keadaan sosial di sekitar mereka.

    Pernah liat iklan 3?

    Awalnya gua agak nggak suka sama iklan itu, terutama yang adegan “katanya kita bebas untuk jadi diri sendiri. Selama... rok masih dibawah lutut...”

    Ya buat gua rok dibawah lutut itu sebuah norma yang cukup baik. Tapi terlepas dari itu semua, gua suka sama semua adegan di iklan 3.

    “Katanya jadi lelaki itu jangan takut gagal tapi jangan bodoh untuk mengambil resiko. Lebih baik kerja dulu cari pengalaman”

    Dan ini adalah adegan yang paling gua suka...

    Kita selalu diberikan kata-kata tentang pilihan, kebebasan, dan segala hal yang menjadi hak kita. Pada kenyataannya, kita hampir nggak punya itu semua atau bisa dibilang OMONG KOSONG.

    Sadar atau nggak, kita udah didikte dari kecil. Kamu begini, kamu begitu, kamu harus bisa ini, kamu harus bisa itu...

    Dan mereka lupa tentang pilihan dan kebebasan kita...

    Lucu tapi miris...

    Tapi itulah yang harus kalian terima...

    Atau...

    Kalian bisa memaksa menjadi diri kalian sendiri apapun resikonya...

    Yang terburuk...

    Orang-orang terdekat kalian akan tidak peduli terhadap kalian...

    Itulah yang akan membuat mental kalian jatuh-sejatuh-jatuhnya...

    Karna apa?

    Karna orang-orang terdekat kalian tidak memahami pilihan kita dan tidak mau peduli terhadap pilihan kita...

    Sekarang pilihan kalian...

    Be yourself or die?

Blogtes
© Copyright 2011 - All rights reserved.
Design by One Design
Bloggerized by Free Blogger Template | Blog Teacher